AA
Arif Aryanti10 April 20266 Menit Membaca
Tips & Trick

5 Cara Menjaga Fokus Anak Saat Belajar Online di Rumah

5 Cara Menjaga Fokus Anak Saat Belajar Online di Rumah

Belajar online di rumah sejak beberapa tahun terakhir menjadi pemandangan yang tidak asing lagi. Namun tantangannya juga tidak sedikit. Tidak sedikit orang tua yang mengeluh anaknya mudah terdistraksi, cepat bosan, atau malah asyik buka aplikasi lain saat jam pelajaran.

Mengatasi hal ini memang tidak bisa dengan cara yang kaku. Berikut beberapa tips yang mungkin bisa dicoba, berdasarkan pengalaman berbagai orang tua dan pendidik.

1. Ciptakan Ruang Belajar yang Khusus

Usahakan anak belajar tidak di kasur atau di ruang keluarga yang penuh gangguan. Cukup sediakan meja kecil di sudut ruangan yang tenang. Dengan ruang khusus, otak anak akan lebih mudah beralih ke mode "belajar". Jangan lupa, ruangan yang rapi dan terang juga sangat membantu konsentrasi.

2. Gunakan Teknik Pomodoro dengan Waktu Lebih Pendek

Teknik Pomodoro biasanya 25 menit belajar, 5 menit istirahat. Tapi untuk anak yang masih duduk di bangku SD, bisa dicoba 15 menit fokus belajar, lalu 5 menit istirahat untuk sekadar minum atau gerak. Yang penting, buat agar anak merasa targetnya ringan, sehingga tidak mudah menyerah sebelum dimulai.

3. Libatkan Anak Membuat Jadwal

Anak-anak cenderung lebih disiplin pada aturan yang mereka buat sendiri. Ajak mereka menyusun jadwal belajar bersama: jam berapa mulai, pelajaran apa dulu, kapan waktunya main. Dengan begitu, mereka merasa punya kendali, dan tidak merasa terpaksa.

4. Beri Apresiasi, Bukan Hukum

Daripada marah saat anak ketahuan main game di sela-sela belajar, coba tanyakan dengan nada yang lebih santai, "Wah, game-nya seru, ya? Tapi tugasnya sudah selesai belum?" atau "Mainnya 10 menit lagi ya, habis itu lanjut belajar lagi." Pendekatan yang lebih bersahabat seringkali lebih efektif dibandingkan dengan bentakan atau ancaman.

5. Jadilah Contoh

Ini mungkin yang paling sulit. Ketika anak belajar, cobalah untuk tidak terlalu sibuk dengan ponsel di sampingnya. Tunjukkan bahwa di waktu yang sama, kita juga melakukan aktivitas produktif, seperti membaca buku atau bekerja. Bukan berarti harus terus mengawasi, tapi setidaknya, anak melihat bahwa fokus dan konsentrasi adalah hal yang normal dilakukan setiap orang.

Tentu tidak semua tips akan cocok untuk setiap anak. Setiap anak punya karakter dan gaya belajar yang berbeda. Yang terpenting, orang tua dan guru terus berkomunikasi, saling berbagi apa yang berhasil dan tidak. Karena pada akhirnya, semangat belajar justru tumbuh dari rasa nyaman dan didukung, bukan dari tekanan.

312 Tampilan98 Suka